Apabila pembelajaran aktif penekanannya adalah bagaimana siswa secara aktif mengkonstruksi pemahamannya tentang sesuatu yang dipelajarinya, maka pembelaja-ran kreatif penekanannya lebih banyak pada guru di samping sudah barang tentu kreativitas siswa mengimbangi kreativitas yang dikembangkan gurunya. Bagaimana guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran matematika ini mampu memfasilitasi proses belajar mengajar sehingga memberi suasana yang kondusif untuk siswa belajar. Dengan bermodal pada pengalamann dan pengetahuannya serta mau terus belajar dan mengamati dan berkreasi dengan memanfaatkan lingkungan sekitar, sehingga tercapailah tujuan pembelajaran dengan baik. James E. Stice seorang professor kawakan dari North Carolina Universty bersama Richard Felder pada tahun 1991 secara kreatif mendidrikan National Effective Teaching Institute (NETI), di bawah ini adalah saran-saran yang dimajukannya bagaimana seorang guru secara kreatif menciptakan suasana yang kondusif dalam pembelajarannya agar efektif, "Saya jamin!, anda akan melihat keberhasilannya!, untuk anda dan untuk siswa anda!" katanya.
Showing posts with label Learning Mathematics. Show all posts
Showing posts with label Learning Mathematics. Show all posts
Wednesday, June 22, 2011
Pembelajaran Aktif dalam Matematika
Pembelajaran Aktif atau yang akrab kita kenal dengan istilah Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Learning (SAL), sebenarnya dalam dunia pendidikan bukanlah barang baru, tetapi di Indonesia sekitar tahun sembilan puluhan saat dipopulerkan secara nasional barangkali disebut baru. Pengertian CBSA sendiri tidak mudah didefinisikan secara tegas, sebab bukankah belajar itu sendiri wujud dari keaktifan siswa, walaupun derajat keaktifan bisa saja tidak sama, di samping ada banyak sekali keaktifan yang tidak dapat diukur atau diamati, misalnya menggunakan khasanah pengetahuannya untuk memecahkan masalah, memilih teorema–teorema, konsep-konsep untuk membuktikan suatu proposisi, melakukan asimilasi dan akomodasi dalam rangka memahami pelajaran dan sebagainya. Keaktifan dalam pembelajaran aktif adalah lebih banyak berupa keaktifan mental meskipun dalam ada juga yang diujudkan dengam keaktifan fisik.
Saturday, May 28, 2011
Matematika Realistik dan Implementasinya
Matematika realistik merupakan matematika sekolah yang dilaksanakan dengan menempatkan realitas dan pengalaman siswa sebagai titik awal pembelajaran. Pembelajaran matematika realistik menggunakan masalah realistik sebagai pangkal tolak pembelajaran dan melalui matematisasi horisontal-vertikal siswa diharapkan dapat menemukan dan merekonstruksi konsep-konsep matematika. Selanjutnya siswa diberi kesempatan menerapkan konsep-konsep matematika untuk memecahkan masalah sehari-hari atau masalah dalam bidang lain. Dengan kata lain pembelajaran matematika realistik berorientasi pada matematisasi pengalaman sehari-hari dan menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari, sehingga siswa belajar dengan bermakna (pengertian).
Pembelajaran matematika realistik berpusat pada siswa, sedangkan guru hanya sebagai fasilitator dan motivator, sehingga memerlukan paradigma yang berbeda tentang bagaimana siswa belajar, bagaimana guru mengajar, dan apa yang dipelajari oleh siswa dengan paradigma pembelajaran matematika selama ini. Karena itu, perubahan persepsi guru tentang mengajar perlu dilakukan bila ingin mengimplementasikan pembelajaran matematika realistik.
Oleh karena itu, saya sebagai pelaku pendidikan memberikan saran :
1. Kepada pakar atau pecinta pendidikan matematika untuk melakukan penelitian-penelitian yang berorientasi pada pembelajaran matematika realistik sehingga diperoleh global theory pembelajaran matematika realistik yang sesuai dengan sosial budaya Indonesia.
2. Kepada guru-guru matematika untuk mencoba pengimplementasikan pembelajaran matematika realistik secara bertahap, misalnya mulai dengan memberikan masalah-masalah realistik untuk memotivasi siswa menyampaikan pendapat.
Marilah kita tingkatkan lagi dalam belajar matematika dengan cara kenyataan dan kehidupan sehari-hari, agar mudah dipahami oleh siswa, sehingga siswa menyukai matematika dan matematika tidak sulit. Dengan pembelajaran MR para siswa akan mudah memahami karena dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.
Subscribe to:
Posts (Atom)
